Calon Presiden Prabowo Subianto Optimistis, Transisi Pemerintahan Jokowi ke Pemerintahan Baru Mulus

- Pewarta

Rabu, 6 Maret 2024 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto saat menjadi keynote speaker pada acara Mandiri Investment Forum 2024 di Fairmont Hotel Jakarta. (Dok. Tim Media Prabowo)

Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto saat menjadi keynote speaker pada acara Mandiri Investment Forum 2024 di Fairmont Hotel Jakarta. (Dok. Tim Media Prabowo)

INFOSERU.COM – Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto optimistis transisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ke pemerintahan baru akan berjalan mulus.

Terlebih, karena tim yang dirinya pimpin dalam pencalonan presiden saat ini sudah berpengalaman dan akomodatif.

“Saya rasa transisi akan sangat lancar, karena seperti yang anda ketahui dari ketiga kandidat (paslon).”

“Tim saya sangat terbuka bahwa kami adalah bagian dari tim Jokowi,” ujar Prabowo di acara Mandiri Investment, Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Prabowo juga mengakui bahwa dirinya memang bagian dari tim Jokowi, yang akan melanjutkan kebijakan-kebijakan Jokowi.

“Tim saya sangat bullish, kami memiliki banyak program, dan kami memiliki banyak kekuatan, fundamental kami kuat,” tegas dia.

Baca artikel lainnya di sini : Calon Presiden Prabowo Subianto Ingin Pemerintahannya Fokus ke Lapangan Kerja dan Efisiensu

Dari segi ekonomi, Prabowo pun yakin di pemerintahannya rasio pajak (tax ratio) Indonesia akan lebih baik.

Adapun ia ingin pemerintahan yang senantiasa efisien dalam pengelolaan anggaran.

Lihat juga konten video, di sini: Khofifah Indar Parawansa: Kita Doakan Oktober Mendatang Presiden ke-8 Prabowo Subianto Dilantik

“Rasio pajak bisa jauh lebih baik, sekarang (tax ratio Indonesia) sekitar 10%, dan tetangga kita Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja sekitar 16%-18%, masih ada ruang untuk perbaikan,” ungkap dia.

Prabowo mengatakan, bila negara tetangga bisa mencapai rasio pajak 16% tentunya Indonesia juga bisa.

Meski demikian, kata dia, bukan berarti harus menaikkan pajak tetapi harus memperluas wajib pajak atau ekstensifikasi.

“Saya rasa itu bisa dilakukan dari 10% kita bisa naikkan menjadi 16% seperti Thailand,” jelas dia.

Lebih lanjut, Prabowo menambahkan, untuk mengentaskan rasio pajak ini dirinya bahkan meminta beberapa pelaku ekonomi untuk mencarikan nama yang akan menjadi Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak).

“Pak Erick, Pak Darmawan, Pak Kartiko, Pak Chatib, tolong beri saya rekomendasi siapa yang akan menjadi Dirjen Pajak,” kata Prabowo seraya berseloroh.***

Artikel di atas juga sudah diterbitkan portal berita ekonomi dan bisnis Harianekonomi.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Arahnews.com dan Businesstoday.id 

Berita Terkait

Mulai 2026, Pembelian LPG 3 Kg Bersubsidi Wajib Menggunakan NIK
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Ekspor Blueberry dan CEPA Jadi Simbol Eratnya Hubungan Indonesia-Peru
Press Release Berbayar: Solusi Publikasi Media bagi Perusahaan di Era Kompetitif
Pertanian Jadi Motor Ekonomi, Sulawesi Catat Pertumbuhan Tertinggi
Danantara Bergerak Diam-Diam: Dua Holding Siap Jalan, Tapi Identitasnya Masih Dirahasiakan
Elnusa Perkuat SDM Energi Lewat Kolaborasi Inspiratif Bersama STT Migas
Termasuk Anthony Salim, Prabowo Subianto Kenalkan Konglomerat kepada Investor Gloɓal Ray Dalio

Berita Terkait

Selasa, 26 Agustus 2025 - 11:28 WIB

Mulai 2026, Pembelian LPG 3 Kg Bersubsidi Wajib Menggunakan NIK

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:09 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 09:26 WIB

Ekspor Blueberry dan CEPA Jadi Simbol Eratnya Hubungan Indonesia-Peru

Kamis, 7 Agustus 2025 - 06:11 WIB

Press Release Berbayar: Solusi Publikasi Media bagi Perusahaan di Era Kompetitif

Rabu, 6 Agustus 2025 - 15:02 WIB

Pertanian Jadi Motor Ekonomi, Sulawesi Catat Pertumbuhan Tertinggi

Berita Terbaru