Hasil Survei Indonesia Polling Station Sebut Sebanyak 70,2 Persen Publik Ingin Pilpres Hanya Satu Putaran

- Pewarta

Kamis, 18 Januari 2024 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto. (Facebook.com/Prabowo Subianto)

Calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto. (Facebook.com/Prabowo Subianto)

INFOSERU.COM – Lembaga Survei Indonesia Polling Station (IPS) merilis temuan terbarunya pada Selasa (16/1/2024).

Hasilnya, mayoritas responden ingin pemilu 2024 digelar cukup dalam satu putaran.

Hal itu diungkap oleh peneliti senior IPS Alfin Sugianto dalam paparannya secara daring.

Dalam pertanyaan “apakah Anda setuju atau tidak setuju seandainya pilpres berlangsung dalam satu putaran saja?”

Sebanyak 70,2% responden setuju jika pesta rakyat itu selesai dalam satu putaran.

Baca artikel lainnya di sini : Pertanyakan ke-NU-an Khofifah Indar Parawansa, Ali Masykur Musa: Muhaimin Iskandar Salah Alamat 

“Mayoritas publik sebanyak 70,2% responden mengaku setuju apabila pilpres selesai dalam satu putaran saja,” kata Alfin Sugianto.

Sementara, sebanyak 15,6% responden mengaku tidak setuju dengan pilpres yang hanya berlangsung satu putaran.

Dan sisanya 14,2% responden menjawab tidak tahu atau undecided.

Lihat juga konten video, di sini: Prabowo Subianto: Kami akan Bekerja Sebenar-benar dan Sejujur-jujurnya untuk Rakyat Indonesia

Alfin menjelaskan bahwa alasan dari mayoritas publik memilih satu putaran pemilu yaitu hemat biaya dan efektivitas waktu.

Mengingat, penyelenggaraan pemilu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan tidak sebentar.

“Hasil analisis IPS mengindikasikan bahwa mayoritas publik setuju pilpres berlangsung satu putaran.”

“Adalah untuk menekan atau menghemat anggaran dan mengefektifkan waktu,” ujarnya.

Survei IPS berlangsung pada 7 hingga 14 Januari 2024 pada 1220 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multi-state random sampling).

Teknik wawancara melalui telepon berpedoman kuesioner di 38 provinsi dengan margin of error +/- 2,8% dan pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.***

Berita Terkait

Masyarakat Menanti: Kapan Tersangka Korupsi Tanah Negara Ditahan?
KPK Usut Kasus CSR BI-OJK, Heri Gunawan dan Satori Jadi Tersangka
Soal Hubungan dengan SBY dan Jokowi, Prabowo Subianto: Saya Minta Masukan dari yang Berpengalaman
Jokowi Sempat Negosiasi Menolak untuk Berikan Sambutan di Puncak Peringatan HUT ke-17 Gerindra
Ketua Umum Surya Paloh Tak Hadir di Kediaman Prabowo Subianto, Partai NasDem Beber Alasannya
HUTnya Sama, Titiek Soeharto Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Megawati dan Tutut Soeharto
Masih Belum Jelas, Kepastian Waktu Pertemuan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Prabowo Subianto
PDIP Ungkap Sikapnya Terkait Hubungannya dengan Pemerintahan Prabowo Subianto, Bukan Sikap Oposisi

Berita Terkait

Rabu, 20 Agustus 2025 - 07:51 WIB

Masyarakat Menanti: Kapan Tersangka Korupsi Tanah Negara Ditahan?

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:00 WIB

KPK Usut Kasus CSR BI-OJK, Heri Gunawan dan Satori Jadi Tersangka

Rabu, 26 Februari 2025 - 14:33 WIB

Soal Hubungan dengan SBY dan Jokowi, Prabowo Subianto: Saya Minta Masukan dari yang Berpengalaman

Minggu, 16 Februari 2025 - 13:32 WIB

Jokowi Sempat Negosiasi Menolak untuk Berikan Sambutan di Puncak Peringatan HUT ke-17 Gerindra

Sabtu, 15 Februari 2025 - 15:04 WIB

Ketua Umum Surya Paloh Tak Hadir di Kediaman Prabowo Subianto, Partai NasDem Beber Alasannya

Berita Terbaru